Selasa, 02 Juli 2019

[BEGINILAH CARAKU MERINDUKANMU]
.
.
Jika aku diam-diam menunggumu. Maka, aku jugalah yang diam-diam merindukanmu. Perasaan terhebat yang Tuhan izinkan, bersemayam pada hati yang telah lama menikmati kesendirian.

Jika dulu, aku merasa rinduku tak berupa, yang penuh takut jika jatuh pada hati yang tak tepat. Barangkali setelah kupersilakan mengetuk pintu langit. Aku kan segera menemukan nama yang akan menjadi rumah untuk rinduku berpulang. Nyatanya benar, aku telah menemukan nama yang mulai aku tanam dalam keping doa. Meski dulu, aku masih mencarinya dalam celah-celah hati, namun seiring perjalanan diam-diam aku mulai mengagumi.

Rimbun doa yang menjadi teman setia seperjalanan, kini ia tak lagi sendirian berjalan. Ada nama yang diam-diam aku bisikkan pada Tuhan dan meminta-Nya merahasiakan siapa dia yang sedang aku rindukan. Rinduku juga masih hangat seperti dulu, tak kuberi ia suara dan tak kuberi ia isyarat siapa nama yang telah aku lukis dalam harap.

Jarak yang pernah aku lipat dan waktu yang telah lama aku dentangkan. Rupanya tak pernah meniadakan namamu dalam palung rinduku. Rindu itu terus saja bertumpuk pada namamu. Aku pernah berfikir, bagaimana jika rinduku tak berpulang pada nama yang aku nyaringkan. Akankah mungkin ada kecewa yang tak kuperkenankan? Namun, yang aku tahu kamu telah menjadi rindu yang paling mendebarkan.

Jika ada doa yang sama antara kita, ia pastilah akan menjadi hadiah yang paling istimewa. Bukan semata harap, tapi ada rindu yang semakin pekat. Aku tak mengutuk jika ada nama lain yang merinduimu. Sebab menghakimi sebuah hati, bukanlah sikap yang akan Tuhan maklumi. Selama kau bukan penghuni yang terikat dalam janji, siapa saja berhak merindui. Termasuk merindui dirimu.

Namun, ada yang perlu kau catat dalam memorimu, agar kau selalu ingat. Aku menyemogakan, agar Tuhan mengabulkan segala cita, cinta, rindu dan harapan dalam temu yang paling mengagumkan. Jika Tuhan tak jua mempertemukan denganmu, namun aku tetaplah yang tercatat dalam sejarah kisahmu. Bahwa akulah perindu terbaikmu.

Salam๐Ÿ’ž
Denpasar, 03 Juli 2019
Kau tau?
"Sejauh apa seorang lelaki perlu memperjuangkan?"
Di dunia ini, tiada satu pun yang bisa kita dapatkan tanpa perjuangan. Semakin sulit perjuangan yang dijalani, lazimnya semakin manis pula hasilnya. Sama pula seperti saat memperjuangkan cinta, ia  akan selalu meminta pengorbananmu untuk membuktikan apakah kita benar-benar mencintainya.
Namun pertanyaannya, Sejauh Apa Laki-Laki Perlu Memperjuangkan?
Menurutku, saat kita benar-benar menginginkannya sebagai kekasih pendamping hidup. Saat kita yakin bersamanya surga terasa lebih dekat, saat kita percaya bahwa ia akan menjadi ibu yang hebat bagi anak-anaknya nanti. Perjuangan untuk menghalalkan adalah tentang sejauh apa kita mencintainya, memulainya dengan cara yang baik lalu memintanya dengan cara baik-baik pula.
Akan tetapi, bila keinginan tidak sesuai dengan kenyataan agaknya kita perlu mundur sejenak. Bukan, bukan karena kita tidak pantas untuknya, tetapi ia tidak layak untuk diperjuangkan. Sebab di dunia ini ada hal yang harus kita tinggalkan sembari meyakini Allah telah menyiapkan yang lebih baik darinya.
Berjuanglah dengan mengharap ridha Rabb Mu dan bila engkau masih ragu, istikharahlah terlebih dahulu.
Wanita mu akan menerimamu jika memang dirimu berani menunjukkan keberanianmu. Jika memang ia adalah jodohmu, sejauh dan sesulit apapun dirimu dijauhkan olehnya akan banyak cara pula Allah izinkan segalanya akan mudah. 
Denpasar 03/07/19๐Ÿ’ž